|
1. Suatu kota mengalami kemacetan pada ruas-ruas jalan utamanya. Langkah apakah yang seharusnya dilakukan ?
Jawab : Ada berbagai macam cara/kemungkinan untuk mengatasi kemacetan pada ruas jalan utama pada suatu kota. Pertama, melakukan perbaikan/pengadaan infrastruktur : - melakukan pelebaran jalan pada ruas-ruas jalan utama, sehingga volume kendaraan dapat tertampung dengan kapasitas jalan - membangun jalan alternatif ruas-ruas jalan utama yang macet dengan mempertimbangkan jarak tempuh yang lebih cepat dan waktu yang lebih singkat, sehingga volume kendaraan tidak tertumpuk pada satu titik jalan .
Kedua, melakukan perbaikan pada manajemen lalu lintas, dengan memanfaatkan jaringan jalan yang sudah ada, melalui : - mengatur arah kendaraan dengan pemasangan traffic light, sehingga volume kendaraaan dapat diarahkan ke ruas jalan utama yang lain, atau dilakukan pengaturan kendaraan dengan tenggang waktu yang berbeda sehingga tidak berebut yang berakibat kemacetan. - Pemasangan rambu-rambu yang bertujuan meningkatkan fungsi jalan sehingga dapat diatur lokasi parkir di luar ruas jalan utama yang macet - Penerapan arus lalu lintas pada satu arah - Pemasangan rambu-rambudan traffic light yang akan mengurangi jumlah kendaraan yang lewat pada saat kecepatan puncak
Ketiga, melakukan manajemen deman dengan membatasi volume kendaraan - membatasi kepemilikan kendaraan - membatasi kendaraan yang lewat pada ruas jalan utama yangmacet misal : kendaraan bernomor genap lewat, ganjil memakai jalur yang lain/jalan alternatif - membatasi kendaraan masuk ruas jalan utama yang macet pada jam-jam tertentu - mengenakan pajak pada bahan bakar bensin, sehingga orang akan berpikir lebih untuk menggunakan mobil pribadi
Keempat, melakukan perombakan manajemen tranportasi secara total dengan meningkatkan supply angkutan umum yang lebih besar dan memberikan jalur khusus kepada kendaraan angkutan umum. Keputusan ini tentu saja membawa konsekwensi meningkatkan pelayanan angkutan umum yang lebih fix routenya, fix schedule, dan fix fare sehingga orang akan berpikir lebih baik menggunakan angkutan umum daripada angkutan pribadi.
2. Suatu kota kecil dilalui oleh jalan arteri primer. Masalah apakah yang akan timbul dan bagaimanakah mengatasinya ?
Jawab : Menurut Keputusan Dirjen Cipta Karya No 44/KPTS/CK/1999 yang dimaksud dengan jalan arteri primer adalah jalan arteri yang menghubungkan kota jenjang ke satu yang terletak berdampingan atau menghubungkan kota jenjang ke satu dengan jenjang kota kedua. Jalan Arteri Primer memiliki spesifikasi/persyaratan : - didesain berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 60 km/jam dan dengan lebar badab jalan tidak kurang dari 8 meter - mempunyai kapasitas lebih besar daripada volume lalu lintas rata-rata - lalu lintas jalan arteri primer tidak boleh diganggu oleh lalu lintas ulang-alik, lalu lintas lokal, dan kegiatan lokal, untuk itu persimpangan pada jalan-jalan itu perlu diatur - jumlah jalan masuk ke jalan arteri primer dibatasi - jalan arteri primer tidak terputus walaupun memasuki kota Dengan uraian tersebut , apabila memasuki kota kecil, maka masalah yang akan timbul adalah : - terhambatnya “HIGH SPEED TRAFFIC” oleh “LOW SPEED TRAFFIC” yang masuk/keluar halaman - tingginya resiko kecelakaan, karena pintu keluar halaman langsung menghadap ke jalan yang merupakan tempat kegiatan utama penduduk - lebar jalan menjadi berkurang, karena digunakan untuk tempat parkir. Hal ini akan menyebabkan “HIGH SPEED TRAFFIC” terhambat - bercampurnya kendaraaan yang melalui “HIGH SPEED TRAFFIC” yang berkecepatan tinggi dengan kendaraan lokal yang berkecepatan rendah (kendaraan pribadi, , becak, dan kendaraan roda dua ) sehingga mengurangi kecepatan rata kendaraan dan berakhir dengan kemacetan dan kecelakaan. Cara mengatasi : - melokalisir pertemuan “HIGH SPEED TRAFFIC” dengan “LOW SPEED TRAFFIC”, sehingga hambtan dapat dikurangi seminim mungkin - membuat frntage road agar pintu keluar halaman tidak langsung ke jalan arteri, tetapi ke frontage road. Ini juga karena fungsi untuk membatasi jalan arteri primer dengan daerha kegiatan uatama penduduk kota - tidak memisahkan pusat aktivitas dengan pemukiman, hal ini untuk mengurangi persimpangan-persimpangan, bahkan sebaiknya dan pemukiman bersatu dalam salah satu sisi jalan yang sama - apabila pusat aktivitas dan pemukiman terpisah (oleh jalan arteri) perlu dibuatkan jembatan penyeberangan dan jalan lintas layang (untuk kendaraan) untuk menyeberang ke salah satu sisi jalan. - Membuat rambu-rambu yang mengutamakan jalan arteri supaya tidak terganggu dan melayani arus menerus - Mengusahakan supaya arus lokal tidak mengganggu arus menerus - Arus pedestrian jaln tidak menyeberang jalan raya.
3. Suatu kawasan perumahan akan dibangun dengan jaringan berbentuk grid sistem. Apakah kelemahan sistem ini dan bagaimanakah sebaiknya.
Jawab : Kelemahan-kelemahan : - Jalan perumahanadlah jalan lokal karena tidak untuk kendaraan yang numpang lewat, tetapi untuk penghuni atau tamu, dengan sistem grid inimaka apabila jalan kolektor/primer macet akan menjadi jalan alternatif sebagai limpahan arus lalu lintas sehingga kegiatan pemukiman menjadi terganggu - Tidak adanya hierarkhi kelas jalan yang jelas - Lalu lintas menerus dengan kecepatan tinggi bercampur dengan lalu lintas lokal dengan kecepatan rendah, sehingga menimbulkan kemacetan. - Sul;it mengontrol arus keluar masuk pemukiman karena terlalu banyak titik konflik yang menyebar. Cara mengatasi : 1. Melakukan penutupan jalan, sehingga arus lokal tidak terganggu oleh limpahan lalu lintas pada jalan primeer/kolektor yang macet karena dijadikan jalan alternatifbisa dilakukan pada persimpangan, midblok atau pun penutupan diagonal. 2. Mempersempit lebar jalan, sehingga kecepatan kendaraan dapat dikurangi (TRAFFIC CALMING). Dapat dilakukan pada penutupan setengah persimpangan, pelebaran trotoar, penetupan setengah pada ruas jalan lokal. 3. Penerusan trotoar, yang bertujuan untuk bisa dilewati kendaraan kecepatan rendah, pejalan kaki aman, kendaran pemadam , ambulan bisa lewat. 4. Pembuatan street scape untuk memperindah lingkungan, karena menggunakan material-material yang indah.
4. Mengapa perlu dibangun jaringan fasilitas pejalan kaki pada suatu kota. Jawab : a. Agar pejalan kaki terjamin keamanannannya dari tertabrak mobil, sehingga akan merasa aman. b. Agar pejalan kaki tidak berjalan diatas badan jalan yang dilewati kendaraan sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas. c. Agar penggunaan mobil pribadi dapat dikurangi, karena dengan fasilitas ini membuat orang akan lebih memiloih angkutan umum. d. Dapat menguhubungkan tempat parkir dengan pusat kegiatan, sehingga orang tidak perlu parkir di badan jaln dengan alasan mendekati pusat kegiatan. e. Memperlancar aksesibilitas orang pada jarak dekat f. Menghubungkan antar tempat pada jarak dekat tanpa mengganggu arus lalu lintas di sekitarnya.
|